Written by Ade Sri Susanto on April 20, 2010 – 12:39 am
Pemanasan global di Bumi sudah menjadi pembahasan sehari-hari bagi banyak orang untuk segera ditanggulangi bersama. Kita bisa melihat dan mendengar seruan dan kampanye yang mengajak kita merubah cara hidup sehari-hari supaya lebih hijau dengan istilah “Go Green”.
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”. (Sumber: wikipedia)
Tidaklah mudah memang untuk mengubah aktivitas manusia sehari-hari baik di rumah maupun di kantor, namun hal ini harus terus-menerus diupayakan dan dipraktekkan bersama-sama. Kita bisa mencontoh beberapa perusahaan yang masuk kategori hijau sperti PT Adaro, PT Arutmin, PT Persora Kaltim Prima Cool, Aneka Tambang Pongkor, PT Newmont Nusa Tenggara dan Chevron. (sumber: Surya Online)
Beberapa hal mudah yang dapat mulai dipraktekkan di kantor adalah:
Matikan AC dan Lampu Saat Ditinggalkan
Saya tergelitik melihat iklan salah satu produk AC tersohor yang bunyinya kira-kira, “Bila ruangan Anda kosong, siapakah yang akan menikmati dinginnya?”. Lalu mulailah, lampu, mainan dan beberapa barang di ruangan itu mengkerutkan diri bahkan berpelukan. Ini bukan promosi ya, tapi isi iklan itu benar juga. Kenapa kita harus membuang energi listrik untuk “no one“.
Hibernasikan Komputer
Tidur saja bagi manusia akan memberikan energi lebih dan produktif, sama dengan alat kerja kita seperti komputer atau laptop yang harus sering di-hibernate atau dimatikan jika tidak digunakan, misalnya untuk meeting atau sedang makan siang. Selain hemat energi, satu jam sangat berarti bagi kelangsungan hidup alat elektronik ini.
Gunakan Solusi Digital Storage
Untuk menghemat kertas, pikir ulang untuk melakukan print artikel untuk sekedar dibaca. Kalaupun harus diprint, gunakan kertas bolak-balik atau kertas bekas dan mulailah gunakan solusi penyimpanan digital (digital storage) untuk mem-back up file-file berbentuk kertas. Sebuah 100 MB zip drive mampu menampung isi dari sebuah filing kabinet berlaci 4 sementara sebuah CD-ROM dapat menyimpan hampir seruangan penuh berisi kertas. Lebih aman dan nyaman dengan digitalisasi, bukan?
Sebagai ilustrasi, 1 batang pohon menghasilkan 500 lembar kertas. Konsumsi kertas Indonesia per kapitanya 27 kg per orang per tahun atau setara dengan 11 batang pohon. Untuk 250 juta jiwa penduduk, berarti butuh 2.75 milyar batang pohon per tahun. (sumber: Majalah Respect).
Jadi, yang mana yang sudah Anda praktekkan di kantor?
Untuk solusi digitalisasi, silahkan hubungi marketing [at] indodatapratama.co.id atau telpon 021-7804061.
